Radar Sumedang Pindah Kantor

Baru-baru ini kantor Radar Sumedang berpindah kantor lagi dari Jalan Angkrek Nomor 8a ke Jalan Pangeran Kornel 199 Sumedang

Nasi Tumpeng Syukuran Siap Dipotong

Redaktur Radar Sumedang Erik A Kurnia mengabadikan diri dengan nasi tumpeng yang akan dipotong pada acara syukuran

Kru Radar Sumedang di Halaman Kantor Baru

Suka cita dan kegembiraan dialami seluruh jajaran Radar Sumedang dengan mengabadikan diri di depan Kantor Baru di Pangkor 199 Sumedang

Potongan Tumpeng Pertama

Manager Radar Sumedang mendapatkan potongan tumpeng pertama dari GM Radar Bandung pada syukuran kantor Radar Sumedang

Friday, April 26, 2013

Dirjen Disdukcasip Kecewa dengan Bupati

SUMEDANG--Kedatangan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip), Irman yang sejatinya tandang ke Kabupaten Sumedang untuk memantau langsung program e-KTP tingkat kecamatan, nyatanya dibuat kecewa bupati Sumedang.
Pasalnya, selain kedatangan Dirjen Disdukcasip untuk maksud tersebut, juga menghendaki untuk bertemu secara langsung dengan bupati. Sehingga, dalam kesempatan kunjungannya ini, ia hanya disambut oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan yang sekaligus menjabat Plt Kepala Disdukcasip Kabupaten Sumedang, Sanusi Mawi.
“ Sebetulnya saya ingin bertemu langsung dengan pak Bupati, tapi karena beliau dan wakilnya juga berhalangan hadir. Terus terang saya kecewa namun tidak apalah diwakili oleh asistennya juga,“ ujarnya, kemarin (25/4) di Kantor Kecamatan Sumedang Utara, dengan nada kecewa.
Irman menilai, dalam kunjungannya ini mengapresiasi program e-KTP di Kecamatan Sumedang Utara, yang dalam pelaksanaanya, menjadi kecamatan tersukses dalam melaksanakan program e-KTP di wilayah Kabupaten Sumedang.
Kedatangan saya untuk meninjau langsung program e-KTP ditingkat kecamatan, bagaimana dan sejauh mana pelaksanaanya dilakukan, sebab kita juga dikejar deadline untuk segera menyelsaikan program e-KTP ini hingga akhir tahun 2013, ini tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disdukcasip Kabupaten Sumedang, Sanusi Mawi menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran dua petinggi di Kabupaten Sumedang ini.
“Mohon maaf kepada Pa Dirjen, karena bupati berhalangan hadir karena sedang sibuk di Semarang, terkait pencalonan dirinya sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah.  Begitu pula dengan pak Wabup, beliau juga tengah sibuk mengurus proses pengunduran dirinya karena maju sebagai calon legislatif DPRD Kabupaten Sumedang, “ terang Sanusi.
Terlepas dari itu, Sanusi menuturkan, wajib e-KTP di wilayah Kabupaten Sumedang sebanyak 717.472 jiwa, dan hingga saat ini ada sekitar 185.931 jiwa yang belum melakukan rekam data e-KTP.
Yang belum melakukan rekam data untuk e-KTP ada sekitar 185.931 jiwa, sisanya ini akan diupayakan selesai melakukan rekam data E-KTP selambat-lambatnya pada bulan Juli 2013, ini,katanya.
Sanusi menuturkan, kendala yang menghambat kelancaran e-KTP di Sumedang, disebabkan beberapa kendala, diantaranya yakni aplikasi komputer untuk program e-KTP tidak berjalan normal karena masih menggunakan versi yang lama, selain itu masyarakat masih bingung karena ada yang sudah melakukan rekam data akan tetapi belum mnerima hasil fisik berupa e-KTP sehingga timbul keraguan dari masyarakat.
Kedepan, insya allah kendala-kendala ini bisa diatasi dan proses pelaksanaan program e-KTP bisa sesegera mungkin diselesaikan sebelum deadline yang ditetapkan pemerintah pusat,” ucapnya. (bam)

Ada Caleg Belum Punya KTP

SUMEDANG–Banyak bakal calon anggota legislatif  yang mengaku sedikit repot memenuhi syarat pencalonan karena belum punya Kartu Tanda Penduduk. “KTP yang lama sudah habis masa berlakunya. Sementara e-KTP belum saya terima. Ketika saya tanyakan ke pihak terkait, katanya belum selesai,” kata Ade Yuhada, warga Desa Paseh Kidul, Kec Paseh, yang maju sebagai calon legislatif dari Partai Bulan Bintang, Kamis (25/4).
Ade mengaku belum mengetahui solusinya. “Saya nanti koordinasi dulu biar pimpinan partai yang berkoordinasi dengan KPU, mudah-mudahan bisa segera ada solusinya. Sebab waktu didaftarkan kemarin, saya tidak lampirkan fotocopy KTP yang disyaratkan,” kata Ade.

Wednesday, April 24, 2013

Gagal Beraksi Jambret Babak Belur


JATINANGOR-Nahas nasib DR, 18, dan AG, 25, berusaha menjmbret salah seorang mahasiswa Unpad, babak belur dihajar massa, Senin (22/4) malam. "Kawanan jambret tersebut berusaha merebut tas milik korban dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja nopol D 4768 GJ," kata Kapolsek Jatinangor Rikky Aries kepada Radar Sumedang di Mapolsek Jatinangor.

Kuburan Longsor Warga Gempar

SUKASARI--Warga Dusun Karasak RT 01 RW 01 Desa Sukarapih Kecamatan Sukasari gempar akibat enam kuburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mahduhung, longsor, Selasa (23/4) sekitar pukul 07.00.
"Pemakaman itu, berada di lahan yang labil dan jauh dari pemukiman. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut, hanya saja tanaman padi di lahan seluas 50 tumbak turut tertimbun longsor. Bongkahan kuburan berupa tulang dan tengkorak, berserakan diamankan oleh warga," kata Kades Sukarapih, Setiawan Saputra, Rabu (23/4).

Beberapa Partai Sulit Cari Caleg Ibu-ibu

SUMEDANG – Takut dikenai sanksi yakni dibatalkan daftar calegnya oleh KPU, seluruh partai politik peserta pemilu berjibaku memenuhi kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dari jumlah total caleg di setiap daerah pemilihan.
Peraturan KPU Nomor 7/2013 jelas menyatakan, pada satu daerah pemilihan, dari setiap tiga orang calon legislatif yang didaftarkan parpol, wajib ada satu caleg perempuan. Jika tidak, KPU bisa langsung menyatakan daftar caleg suatu parpol di daerah pemilihan tersebut tidak memenuhi syarat mengikuti pemilu.